Madrasah Aliyah Negeri 1 Tanjungkarang berdiri pada tanggal 1 Juli 1979. Madrasah ini merupakan alih fungsi dari Sekolah Persiapan Institut Ilmu Agama Islam Negeri (SPAIN) Tanjungkarang. Madrasah yang dahulu masih menyatu dengan kampus IAIN Lampung di Kaliawi ini juga merupakan MAN yang pertama di Propinsi Lampung.
- Nama
madrasah ini adalah Madrasah Aliyah Negeri Tanjungkarang. Perubahan
penyebutan menjadi MAN 1 Bandar Lampung oleh masyarakat merupakan
penyesuaian atas perubahan nama ibukota provinsi Lampung. Seiring
dengan proses perkembangan kota dan kondisi yang masih sulit untuk
melakukan pengembangan saat itu, Bapak Yasir Hadibroto sebagai Gubernur
KDH Lampung saat itu melalui Ka. Kanwil Depag Bapak Prof. Drs. H.
Masdar Helmi, menghibahkan lahan seluas 2 Ha di Sukarame untuk
dijadikan lokasi pembangunan MAN 1 Bandarlampung.
- Wali
Kota Bandar Lampung saat itu juga memberikan lahan seluas 0,6 Ha,
sehingga luas madrasah ini secara keseluruhan menjadi 2,6 Ha (26.000
m2). Pembangunan pertama di lokasi yang baru ini dimulai tahun 1981,
dan hanya membangun 3 lokal yang dialokasikan untuk siswa kelas 3
pindahan dari kampus Kaliawi. Sejak saat itu pembangunan secara
bertahap terus berlanjut hingga saat ini.
- Untuk
menjawab tantangan zaman dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan
kehadiran ulama intelektual, pada tahun 1999 atas gagasan Bpk. Prof H.
Munawir Sadzali MA sebagai Menteri Agama saat itu, MAN 1 Bandarlampung
ditetapkan sebagai satu dari 27 Madrasah Aliyah di Indonesia untuk
menyelenggarakan program peningkatan Ilmu Agama. Program ini
selanjutnya disebut Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK).
- Keberadaan
MAPK adalah sebagai program yang setara dengan program lain yang ada
di MAN 1 Bandarlampung. Kurikulum yang digunakan 70% merupakan ilmu
agama dan 30% merupakan ilmu umum, dengan bahasa pengantar bahasa Arab
dan bahasa Inggris. Dengan jumlah siswa 40 siswa putra yang
diasramakan serta disubsidi oleh Depag, program MAPK menjadi program
unggulan. Keunggulan ini terutama pada kemampuan siswa berkomunikasi
menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris, serta kemampuan siswa MAPK
menembus berbagai perguruan tinggi favorit di luar negeri, yakni Mesir,
Arab Saudi, dan Malaysia.
- Berkat
keunggulan yang kian nyata, program MAPK mendapat dukungan dari Bpk.
Gubernur Pudjono Pranjoto, melalui Bpk. Ka.Kanwil Depag Lampung, Drs. H.
Syamsuddin Thaher, yakni pemberian bantuan fasilitas infrastruktur
berupa jalan, mess guru tutor, dan dana operasional. Sejalan dengan
kebijakan pemerintah tahun 1992 tentang alih fungsi PGAN menjadi MAN,
MAN Tanjungkarang berubah menjadi MAN 1 Tanjungkarang, dan dengan
sendirinya orientasi pengembangan mutu madrasah tidak hanya pada program
Ilmu Agama, melainkan juga pada program IPA dan IPS.
- Kebijakan
ini menempatkan posisi madrasah sama dengan SMU, oleh karena itu
tantangan madrasah menjadi relatif berat. Untuk menjawab persaingan
dengan SMU namun tetap menjaga ciri keislamannya, pada tahun 1996 MAN 1
Tanjungkarang membentuk program kelas Intensif yang pembiayaannya
dibantu oleh orang tua siswa dimana program ini berorientasi pada
keunggulan MIPA. Program ini cukup berhasil mengangkat prestasi madrasah
khususnya dalam berbagai lomba bidang studi umum. Selain itu cukup
banyak para alumni yang berhasil melanjutkan pendidikannya di berbagai
PTN favorit di Indonesia.
- Berkat
berbagai keberhasilan tersebut, serta didukung oleh SDM yang dimiliki,
pada tahun 1998 MAN 1 Tanjungkarang mendapat kepercayaan menjadi MAN
Model, yakni MAN percontohan yang didanai oleh ADB melalui proyek
Development Madrasah Aliyah Project (DMAP) dengan SK Dirjen Binbaga
Islam Departemen Agama Nomor: IV/PP.006/KEP/17A/98 tanggal 28 Februari
1998. Untuk mendukung program tersebut, MAN Model dilengkapi dengan
beberapa fasilitas, termasuk Pusat Sumber Belajar Bersama (PSBB) dan
Pusat Pengembangan Madrasah (PPM).
- Menindaklanjuti
perkembangan global yang kian pesat dan tantangan yang semakin besar
bagi generasi Islam mendatang serta keinginan masyarakat untuk memiliki
madrasah yang berkualitas, diakui pada tingkat regional, nasional
bahkan pada skala internasional, untuk itu MAN 1 Bandar Lampung
diharapkan mampu mewujudkan keluaran siswa yang tanggap dan mampu
mengatasi berbagai tantangan dalam persaingan global.
0 komentar:
Posting Komentar